Minggu, 29 Januari 2012

MAKALAH EMBRYO MANUSIA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Pada hampir semua mahluk hidup suatu generasi baru dimulai dari suatu telur yang telah difertilisasi (dibuahi), atau zigot yaitu suatu sel hasil penggabungan dari sel induk betina dan sel induk jantan, dimana masing-masinginduk berperan dalam menentukan sifat-sifat individu baru yakni dalam halukuran, bentuk, perlengkapan fisiologis dan pola perilakunya. Pada proses perkembangan manusia melalui berbagai tahap yang dimulai dari gametogenesis pada masing-masing induk, dimana induk jantan mengalami spermatogenesis(proses pembentukan sperma), dan induk betina mengalami oogenesis ( proses pembentukan ovum). Setelah terjadi vertilisasi (proses peleburan dua gametsehingga terbentuk individu dengan sifat genetik yang berasal dari keduainduknya) maka akan terbentuk zigot. Zigot akan mulai membentuk suatuorganisme yang multiseluler yang dilakukan dengan proses-proses pembelahan.Pembelahan awal yang terjadi disebut sebagai blastulasi dimana sel yangmerupakan hasil fertilisasi antara dua induk mengalami pembelahan menjadi 2, 4,8, 16, 32, 64, 128, 256, dsb

Gambar 1.1 Proses Perkembangan Janin Manusia                                





























Setelah beberapa kali mengalami pembelahan sinkron, embrio kemudianmembentuk suatu bola yang disebut morulla. Setelah embrio menjalani tahap pembelahan dan pembentukan blastula, embrio akan masuk kedalam suatutahapan yang paling kritis selama masa perkembangannya, yaitu stadium  grastula. Grastulasi (proses pembentukan grastula) ditandai dengan perubahan susunanyang sangat besar dan sangat rapi dari sel-sel embrio. Grastulasi akanmenghasilkan suatu embrio yang mempunyai tiga lapisan lembaga yaitu lapisan endoderm disebelah dalam, mesoderm disebelah tengah dan ektoderm disebelah luar.
          Dalam perkembangan selanjutnya, ketiga lapisan lembaga akan membentuk  jaringan-jaringan khusus dan organ-organ tubuh, dimana proses ini disebut organogenesis . Organ pertama yang terbentuk adalah jantung. Perkebanganembrio manusia sangatlah kompleks dimana pada awalnya hanya satu sel kemudian berkembang menjadi individu yang terdiri dari miliaran sel. Olehkarena itu, perlu suatu pembelajaran khusus mengenai perkembangan manusia

 
1.2. Tujuan
Adapun tujuan dibuat makalah ini adalah:
1..Untuk mengetahui lebih jelas proses perkembangan embrio manusia setelah terjadi fertilisasi antara sel telur dan sel sperma
2.Untuk lebih memahami hal-hal yang terjadi disetiap tahapan yang terjadi pada perkembangan embrio

1.3. Manfaat Makalah 
    Setelah membaca makalah ini maka pembaca akan mendapat    beberapa manfaat

1.Sebagai bahan rujukan bagi para peneliti yang akan meneliti proses perkembangan embrio manusia

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Fertilisasi
           Sel telur mamalia di kelilingi oleh lapisan ekstra seluler tebal yang deisebutzona pelusida. Langkah pertama fertilisasi adalah perlekatan sperma secaralonggar di permukaan zona pelusida. Peristiwa itu diikuti oleh pengikatan spermadengan zona pelusida. Ikatan yang terbentuk sangat spesifik dan erat. Reseptor  pengikatan sperma ada di zona pelusida sedang protein spesifik pengikatan seltelur terdapat dalam membran plasma sperma. Ribuan sperma dapat melekatkesatu sel telur yang sama. Sperma yang melekat lalu menyelesaikan reaksiakrosom yang merupakan proses persiapan penyatuan sperma dan sel telur.Membran terluar dari struktur dua lapis akrosomal melekat dan berfusi denganmembran plasma sperma di tempat-tempat sepanjang bagian tepi kepala sperma.Reaksi akrosomal melepaskan enzim-enzim hidrolitik (akrosin) yangmemungkinkan sperma bergerak melalui zona pelusida ke sel telur. Terowonganyang sangat sempit dihasilkan oleh sperma selama perjalanannya menembus zona tersebut.
    Setelah berhasil melewati zona pelusida sperma tiba di terowongan perivitelin yang memisahkan sel telur dengan zona pelusida. Satu spermamenjalani fusi dengan sel telur melalui penyatuan membran akrosomal posterior sperma dengan membran plasma sel telur. Halangan yang terbentuk secara cepatdapat mencegah polispermi (fertilisasi satu sel telur oleh lebih dari satu sperma)kemuungkinan terjadi akibat perubahan-perubahan potensial listrik pada membransel telur setelah masuknya sperma. Masuknya sperma mengaktifasi sel telur dannukleusnya. Pronukleus sperma menyatu dengan pronukleus sel telur. Granulakortikal di bagian tepi sitoplasma sel telur berfusi dengan membran plasma, dan berbagai enzim dilepaskan ke dalam rongga perivitelin. Enzim-enzim itulah yangmenyebabkan zona pelusida menjadi kaku dan hilang kemampuannya untuk mengikat sperma. Sehingga dengan adanya zona pelusida yang menjadi kaku inidapat mencegah polispermi.Fertilisasi mamalia berlangsung dalam oviduk.

2.2.Tahapan Perkembangan Embrio
Perkembangan embrio dimulai dari pembelahan zygote (cleavage), stadiummorula (morulasi), stadium blastula (blastulasi), stadium gastrula (gastrulasi), danstadium organogenesis.
2.2.1 Stadium Cleavage (Pembelahan)
Cleavage adalah pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit yanglebih kecil yang di sebut blastomer. Stadium cleavage merupakan rangkaianmitosis yang berlangsung berturut-turut segera setelah terjadi pembuahan yangmenghasilkan morula dan blastomer

.Gambar 2.1.



        Proses Awal Pembelahan Embrio pada manusia, berlangsung seiring dengan perangkat-perangkat pelekatan dari embrio kepada dinding uterus induknya. Telur manusia pada umumnya tidak memiliki yolk, dibuahi disaluran telur sewaktu bergerak kearahuterus dan pembelahan-pembelahan awalnya berlangsung kurang dari 24 jam.Pembelahannya adalah meridional tidak ekual. Pembelahan berikutnya agak tidak teratur, tetapi dengan cepat membentuk suatu bola padat berisi sel, yang disebutmorulla.

2.2.2. Stadium Morula
           Morula merupakan pembelahan sel yang terjadi setelah sel berjumlah 32 seldan berakhir bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang berukuransama akan tetapi ukurannya lebih kecil. Sel tersebut memadat untuk menjadi blastodik kecil yang membentuk dua lapisan sel. Pada saat ini ukuran sel mulai beragam. Sel membelah secara melintang dan mulai membentuk formasi lapisankedua secara samar pada kutup anima. Stadium morula berakhir apabila pembelahan sel sudah menghasilkan blastomer. Blastomer kemudian memadat menjadi blastodisk kecil membentuk dua lapis sel.
Pada akhir pembelahan akandihasilkan dua kelompok sel. Pertama kelompok sel-sel utama (blastoderm), yangmeliputi sel-sel formatik atau gumpalan sel-sel dalam (inner mass cells),fungsinya membentuk tubuh embrio. Kedua adalah kelompok sel-sel pelengkap,yang meliputi trophoblast, periblast, dan auxilliary cells. Fungsinya melindungi dan menghubungi antara embryo dengan induk atau lingkungan luas.


Gambar 2.3 Bentuk Morulla pada Embrio Manusia
Tropoblast melekat pada dinding uterus. Sel-selnya memperbanyak diri dengan cepat dan memasuki epitelium uterus pada tahap awal implantasi. Setelah  9 hari, seluruh blastokista tertahan dalam dinding uterus. Sewaktu ini berlangsung, sel-sel yang berada disebelah bawah dari masa sel dalam menyusun diri menjadi suatu lapisan yang disebut endoderm primer  yang akan membentuk saluran pencernaan makanan. Sel-sel sisa dari masa sel dalam memipihmembentuk suatu keping yaitu keping embrio. Antara keping embrio dantropoblast yang menutupi timbulnya suatu rongga (rongga amnion) berisi carian.Dinding rongga yaitu amnion, menyebar mengelilingi embrio dan dikelilingi bantalan yaitu cairan amnion.

2.2.3. Stadium Blastula
           Blastulasi adalah proses yang menghasilkan blastula yaitu campuran sel-sel blastoderm yang membentuk rongga penuh cairan sebagai blastocoel. Pada akhir  blastulasi, sel-sel blastoderm akan terdiri dari neural, epidermal, notochordal,mesodermal, dan endodermal yang merupakan bakal pembentuk organ-organ.Dicirikan dua lapisan yang sangat nyata dari sel-sel datar membentuk blastocoeldan blastodisk berada di lubang vegetal berpindah menutupi sebagian besar kuning telur. Pada blastula sudah terdapat daerah yang berdifferensiasimembentuk organ-organ tertentu seperti sel saluran pencernaan, notochord syaraf eksoderm, ectoderm, mesoderm, dan endoderm.

 
        Pada manusia, hasil pembelahan berbentuk suatu bola padat (morulla).Lapisan luar dari blastula ini membentuk lapisan yang mengelilingi embriosebenarnya, sedangkan embrio dibentuk dari bagian morulla (inner cells mass ataumasa sel dalam)./lapisan luar (tropoblast) pada satu sisi masa sel dalammelepaskan diri, membentuk suatu bentuk yang mirip suatu blastula dan struktur ini disebut sebagai blastokista embrio akan menempel dan menetap pada dinding uterus untuk periode waktu tertentu, ditempat dimana embrio akan mendapatkan makanan sampai dilahirkan.

2.2.4. Stadium Gastrula
          Setelah embrio menjalani tahap pembelahan dan tahap blastula, embrio akan  masuk kedalam tahapan yang paling kritis selama tahap perkembangannya, yaitu stadium grastula. Grastulasi ditandai dengan terjadinya perubahan susunan yang sangat besar serta sangat rapi dari sel-sel didalam embrio. Salah satu perubahan utama dalam yang terjadi selama masa grastulasi adalah bahwa sel-sel memperoleh dan mencapai suatu kemampuan untuk melakukan gerakanmorfogentik, sehingga terjadi reorganisasi seluruh atau sebagian didaerah kecil didalam embrio.
        Gastrulasi adalah proses perkembangan embrio, di mana sel bakal organ yang telah terbentuk pada stadium blastula mengalami perkembanganlebih lanjut. Proses perkembangan sel bakal organ ada dua, yaitu epiboli dan emboli. Epiboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah depan, belakang, dan ke samping dari sumbu embrio dan akan membentuk epidermal, sedangkan emboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah dalam   Embrio akan menempel dan menetap pada dinding uterus untuk periode waktu tertentu, ditempat dimana embrio akan mendapatkan makanan sampai dilahirkan,sedangkan emboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah dalamterutama di ujung sumbu embrio.Stadium gastrula ini merupakan proses pembentukan ketiga daun kecambah yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm.Pada proses gastrula ini terjadi perpindahan ektoderm, mesoderm, endoderm, dannotochord menuju tempat yang definitif. Pada periode ini erat hubungannyadengan proses pembentukan susunan syaraf. Gastrulasi berakhir pada saat kuningtelur telah tertutupi oleh lapisan sel. Beberapa jaringan mesoderm yang berada disepanjang kedua sisi notochord disusun menjadi segmen segmen yang disebut Proses Grastulasi Manusia.
            Grastulasi pada manusia terjadi pada blastokista yang terdiri atas tropoblastdan masa sel dalam yang merupakan bakal tumbuh embrio. Pemisahan pertamadari sel-sel pada masa sel dalam adalah untuk pembentukan hipoblast, yangmembatasi rongga blastula dan yang akan mejadi endoderm kantung yolk. Sisadari masa sel dalam yang terletak diatas hipoblast terbentu suatu keping, yangdisebut keping embrio. Epiblast memisahkan diri, dengan membentuk suatu rongga yang disebut amnion, dari epiblast yang mengandung semua bahan untuk  pembentukan tubuhnya, jadi identik dengan epiblast pada burung.Sambil epiblastmengalami grastulasi. Sel-sel ekstra embrio mulai membentuk jaringan khususagar embrio dapat hidup dalam uterus induk. Sel-sel tropoblast membentuk suatu populasi sel dan membentuk sinsistropoblast.
       Sinsitropoblast memasuki permukaan uterus sehingg uterus tertanam dalam uterus. Uterus sebaliknyamembentuk banyak pembuluh darah yang berhubungan dengan sinsitropoblast.Tidak lama sesudah ini, mesoderm meluas keluar embrio. Pembuluh inimerupakan pembuluh darah dari tali puasat dan berda pada tangkai penyokong.Jaringan tropoblast dengan mesoderm yang mengandung pembuluh darah dari tali pusat berada pada tangki penyokong.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar